Jumat, 21 Maret 2014



PEMBAHASAN ALAT

A.                  Fungsi

Bubble CPAP merupakan bagian dari peralatan live support & live saving yang berfungsi sebagai alat bantu napas dengan menggunakan canul kecil ke dalam lubang hidung bayi, hal ini biasanya digunakan untuk bayi yang sering lupa napas (apnoe) dikarenakan usianya yang terlalu muda dimana fungsi organ vital khusunya paru-paru belum berfungsi dengan  normal.
Alat ini biasanya terletak pada ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit).

B.                 Gambar Alat











-          Flow Meter & Air Blender


















-          Humidifier







-          Hudson Prongs















-          Water Container
-         


C.                Cara Pengoperasian

1. Pasang Penutup Humidifier
             
·         Hubungkan tutup Humidifier dengan alat.. Tutup ini berfungsi sebagai ruang pelembabn/ pemanasan udara untuk di alirkan ke selang pernafasan.
             
2.  Hubungkan Kantong Air
·         Gantung kantong air, lepaskan pengatur cairan makanan dan lubangi kantong tersebut.
·         Hubungkan kantong tersebut dengan Humidifier dengan dengan selang yang telah ditentukan
·         Periksa aliran air dari kantong air.
·         Jika tidak ada air dalam ruang penghangatan di Humidifier atau air yang ada di dalam ruang humidifier sedikit, maka periksalah kantong airnya, pastikan hubungan selangnya tidak terhambat dan pastikan juga posisi tabung air tersebut di atas Humidifier.

3.  Isi Alat Penghasil Gelembung
·         Isilah tabung penghasil gelembung dengan corong yang sesuai, isi tabung tersebut dengan air yang steril sampai batas yang telah ditentukan.
·         Lakukan pemeriksaan kebocoran dengan memberi tekanan sebesar 10cmH2O pada tabung.
·         Pastikan Humidifier dan penghasil gelombang CPAP di bawah pasien.
             
 
4.  Hubungkan Selang Bubble CPAP dengan Selang Utama
·         Hubungkan selang tabung O2 dengan dengan humidifier
·          Pasang seluruh kelengkapn humidifier, seperti sensor temperature dan adapter elemen pemanas.
·         Pastikan bahwa aliran panas dari elemen pemanas di dalam humidifier tidak terhambat.    

5. Periksa  Kebocoran Sirkuit
           
·       Periksa dan pastikan semua hubungan selang dan kabel OK sebelum digunakan.
·       Periksa apakah ada kebocoran pada hubungan selang dengan memberikan tekanan pada semua selang sebesar  10 mmH2O.

6. Atur Rentangan Aliran Udara
·      Atur rentangan aliran udara sesuai kebutuhan (rentangan aliran udara yang direkomendasikan 6-8 L/menit. Rentangan aliran udara yang diperbolehkan 4-15 L/menit.).
           
           
 7. Atur Level Air CPAP
           
·      Periksa takaran air tabung, periksa pada bagian indikatornya.
·      Atur takaran air CPAP dengan takaran yang telah ditentukan (3-10 cmH2O).
             
8. Hubungan Sirkuit Bubble CPAP dengan Selang Penghubung untuk Bayi
·      Hubungkan Bubble CPAP dengan selang utama penafasan bayi
      Kemudian hubungkan selang utama tersebut dengan prongs binasal (selang hidung)

9. Atur Humidifier
             
·      Pastikan terdapat aliran udara sebelum humidifier dihidupkan
      Hidupkan Humidifier
      Atur temperature pada humidifier sebesar 370C atau tempertur sesuai dengan temperature badan bayi

10.  Hubungkan Prongs Binasal Pada Bayi
      Pasang prongs binasal pada bayi






D.                Blok Diagram















E.                 Troubleshooting

Bagian ini berfokus pada aspek-aspek tertentu dalam memecahkan masalah dengan sistem pengiriman CPAP hidung. Ini adalah pertanyaan umum dan masalah-masalah yang timbul  oleh petugas yang baru untuk menggunakan botol gelembung sistem CPAP hidung.
Jika Anda memiliki pertanyaan atau problem yang tidak dibahas di sini, silakan membicarakannya dengan salah satu konsultan NICU atau terapis pernafasan.

-Pemecahan Masalah

1. Tidak timbul gelembung

Hal ini menunjukkan hilangnya aliran udara atau kebocoran tekanan di suatu tempat dalam sistem. Sebuah cara sederhana untuk memeriksa apakah itu masalah circuit atau masalah bayi adalah untuk melepaskan selang dari hidung dan menutup prongs dengan jari-jari Anda. Jika sistem tidak bergelembung, masalahnya adalah dengan sirkuit. Periksalah seluruh sirkuit kelistrikannya secara sistematis, seperti diuraikan di atas, yaitu dengan mengencangkan semua koneksi.

Masalah sistem mulai dari  stopkontak dinding dan berakhir di botol. Jika sistem tidak gelembung ketika Anda menutup jalan prong dengan jari-jari Anda, maka kebocoran tekanan yang terjadi di dalam nares atau melalui mulut terbuka. Udara akan keluar  jika garpu terlalu kecil atau jika mereka tidak melengkung ke dalam hidung dan terpasang dengan baik. Ukuran yang disarankan hanya panduan, karena ukuran hidung bayi bervariasi.

2.  Canul Hidung tidak pada tempatnya/ tidak cocok

A. Apakah ukurannya tepat?

Prongs hidung harus menjadi ukuran terbesar yang akan cocok di nares tanpa membiarkan kebocoran yang berlebihan di sekitar prongs. Garpu yang terlalu kecil lebih mungkin untuk bergerak menyebabkan gesekan, trauma, dan tekanan CPAP yang berkelanjutan. Prongs yang ukuran benar lebih efektif, lebih nyaman, dan lebih stabil daripada garpu yang terlalu kecil . Atau dengan cara lain, yaitu dengan member \ segel hidung menggunakan duoderm untuk menutupi seluruh hidung dan untuk membatasi kebocoran udara di sekitar garpu.
                         
B. Apakah topi penahannya pas?

Topi adalah jangkar untuk garpu, jadi top yangi longgar akan memungkinkan gerakan kepala dapat melepaskan prongs.

3. Bayi tidak tenang

Apakah bayi perlu penyedotan? Ini mungkin se em kontradiksi ketika menyarankan cara untuk menenangkan bayi turun, tapi membangun dari sekret dapat menyebabkan penderitaan yang cukup untuk bayi yang bernapas sudah dikompromikan. Aspirasi setiap udara lambung berlebih dan / atau menghapus tabung oro-lambung kecuali kembali sekutu diperlukan. Coba posisikan bayi rawan, karena hal ini dapat membantu meringankan distensi abdomen dan tekanan diafragma. Setelah Anda yakin jalan napas jelas, cobalah teknik menenangkan biasa penahanan, linen bersarang, lampin, dan dot. Seringkali, hanya "lepas tangan" akan memungkinkan bayi untuk perlahan-lahan menetap, terutama pada dini hari saat ia / dia menyesuaikan dengan CPAP.
4. Terdapat banyak busa pada mulut bayi

Hal ini sering terjadi selama beberapa jam pertama setelah mulai CPAP. Ini adalah air liur bayi dimana bayi tidak dapat menelannya karena sedang didorong keluar dari mulut dengan tekanan CPAP dan sebenarnya pertanda baik bahwa tekanan CPAP efektif. Hal ini dapat dibersihkan dengan menyeka lembut busa tersebut dengan kain kasa lembut atau disedot dengan kateter suction. Orang tua sering berkomentar  tentang haal ini, dan beberapa akan merasa cukup kasihan dengan anak mereka, dikarenakan timbulnya busa tersebut. Jumlah busa air liur umumnya berkurang dari empat jam pertama sampai enam jam penggunaan CPAP.





F.                 Cara Pemeliharaan

  1. Jangan menggunakan spritus, thiner atau Ethanol ketika membersihkan permukaan alat.
  2. Jangan merendam mesin atau probe kedalam cairan detergent.
  3. Gulung atau gantung kable – kabel dengan baik setelah pemakaian. Ganti binasal prongs setelah pemakaian.
  4. Periksa bagian dalam alat setiap enam bulan sekali. Apabila ada komponen atau kabel yang rusak silakan diganti.
  5. Setelah pemakaian, pastikan alat siap digunakan pada penggunaan selanjutnya.

1 komentar: